Global Creative Services

PLTU Bengkayang Ditargetkan Bisa Beroperasi Lebih Cepat, Progres Pemeliharaan 35,46 Persen

PLTU Bengkayang Ditargetkan Bisa Beroperasi Lebih Cepat, Progres Pemeliharaan 35,46 Persen

Gubernur Ria Norsan saat meninjau langsung PLTU Bengkayang.-Dok. Istimewa -

PONTIANAKINFO.COM, BENGKAYANG – Progres pemeliharaan PLTU BENGKAYANG Unit 3 telah mencapai 35,46 persen atau melampaui target rencana sebesar 34,49 persen. Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meminta pekerjaan tersebut dipercepat agar pembangkit dapat kembali beroperasi lebih awal.

Hal itu disampaikan saat meninjau pekerjaan pemeliharaan di PLTU Bengkayang, Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kamis, 29 Oktober 2026.

BACA JUGA:Antisipasi Karhutla, Satgas Darat Kalbar Diminta Lakukan Ground Check dan Patroli Udara Disiapkan

Pemeliharaan atau serious inspection tersebut semula dijadwalkan berlangsung selama 54 hari, dengan target penyelesaian pada 5 Desember 2026. Ria Norsan berharap pekerjaan dapat dipersingkat sehingga pembangkit kembali beroperasi pada pertengahan November.

“Target awalnya 54 hari atau sekitar 5 Desember. Mudah-mudahan bisa dipercepat menjadi sekitar 25 hari. Kita minta manajemen bekerja lebih cepat agar pada pertengahan November sudah bisa selesai,” ujar Ria Norsan.

Peninjauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan upaya percepatan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pemprov Kalbar berharap pemulihan operasi pembangkit dapat membantu memperbaiki keandalan pasokan listrik di tengah pemadaman bergilir yang dirasakan masyarakat.

BACA JUGA:Antisipasi Karhutla, Satgas Darat Kalbar Diminta Lakukan Ground Check dan Patroli Udara Disiapkan

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Direktur Operasi Pembangkit Batu Bara Indonesia Power, Muhammad Padang Dirgantara, Vice President O&M Planning and Control III PT PLN Indonesia Power, Nugraha Septa Utama Komar, Manager PT PLN Indonesia Power PLTU Bengkayang, Fritz Daniel Pardomuan beserta jajaran, serta General Manager PLN UID Kalbar, Maria Goretti.

Manajemen menyatakan akan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk mempercepat penyelesaian pemeliharaan. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pembersihan komponen Main Stop Valve (MSV) dan lower casing, perbaikan sistem udara pembangkit, serta pengujian kelistrikan pada turbin dan generator.

PLTU Bengkayang memiliki daya mampu netto sebesar 80 MW. Pembangkit ini menopang sistem kelistrikan interkoneksi Khatulistiwa di Kalimantan Barat dan menyumbang sekitar 12 persen terhadap beban puncak sistem yang mencapai sekitar 650 MW.

Ria Norsan juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai kondisi kelistrikan dan perkembangan pemeliharaan.

“Kita ingin memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi kelistrikan saat ini. Harapannya, pekerjaan dapat segera diselesaikan sehingga keandalan pasokan listrik semakin baik,” katanya.

Meskipun progres pemeliharaan telah melampaui target harian, penyelesaian pada pertengahan November masih berupa harapan Gubernur. Jadwal awal pekerjaan tetap tercatat hingga 5 Desember 2026.

Sumber:

Berita Terkait