Melampaui Nama Merek: Kolaborasi di Balik Hunian Bermerek
--
Nama merek yang dikenal luas dapat menarik perhatian pada sebuah proyek hunian. Namun, menjadikan nama tersebut sebagai pengalaman tinggal yang khas membutuhkan lebih dari sekadar popularitas. Desain, real estate perhotelan, dan pengembangan proyek masing-masing berperan dalam membentuk bagaimana hunian bermerek dirancang, diwujudkan, dan dinikmati.
Berbagai perspektif ini bertemu dalam sesi panel “Beyond the Showcase: The Branded Residence Blueprint” yang diselenggarakan pada 24 September 2026 sebagai bagian dari IFFINA+ 2026 di NICE PIK 2, Jakarta. Pameran tersebut berlangsung pada 24–27 September dan didukung oleh imm cologne/Koelnmesse. Sesi ini dimoderatori oleh Satria Wei, Managing Director Hotelivate Indonesia, serta menghadirkan empat profesional dengan keahlian di berbagai bidang perhotelan dan real estate. CjC Marketing Agency menjadi content partner untuk sesi tersebut.
Dari Pameran Menuju Cetak Biru
Hunian bermerek mempertemukan berbagai disiplin ilmu dalam satu visi bersama. Di luar identitas visual sebuah merek mewah, proyek semacam ini membutuhkan koordinasi antara desain, persyaratan teknis, pertimbangan real estate, dan keahlian di bidang perhotelan.
Judul panel ini menekankan pentingnya melihat lebih jauh dari sekadar tampilan yang dipamerkan. Pameran menyediakan ruang untuk memperkenalkan produk dan gagasan, sementara proyek hunian bermerek melibatkan pertimbangan yang lebih luas dalam menyatukan berbagai disiplin ilmu.
Empat Perspektif dari Berbagai Bidang Industri
Panel ini menghadirkan empat profesional dengan bidang keahlian yang saling melengkapi:
Iva Anggraeni, Deputy Director of Product & Technical Services di The Ascott Limited
Regawa Paramasiddi, Senior Associate Director di Cushman & Wakefield
Christin Castillo, Principal di HBA Indonesia
Pamudji Soebagio Slamet, Director of Development di Wyndham Hotels & Resorts
Latar belakang profesional mereka mencakup layanan produk dan teknis perhotelan, konsultasi real estate, desain interior perhotelan, serta pengembangan hotel. Masing-masing bidang membawa sudut pandang tersendiri terhadap berbagai pertimbangan dalam proyek hunian bermerek.
Saat Komunikasi Bertemu dengan Desain
Kolaborasi di balik sesi ini mencerminkan hubungan antara kemewahan, desain, dan pengalaman.
Italian Atelier memadukan desain, real estate, dan gaya hidup, dengan visi yang menjangkau proyek hunian bermerek serta pengalaman mewah di seluruh Asia Tenggara.
Dalam tanggapannya, Satria Wei menyoroti potensi penggabungan pengalaman di bidang komunikasi, pemasaran, dan acara dengan fokus perusahaan Italia pada desain, kemewahan, dan pengalaman. Menurutnya, perpaduan tersebut berpotensi menghadirkan lebih dari sekadar produk ke pasar, yakni dengan memperkenalkan bentuk pengalaman yang berbeda.
Di sektor mewah, komunikasi dapat membantu menghubungkan visi desain sebuah merek dengan audiens yang ingin dijangkaunya.
Nilai dari Pertukaran yang Bermakna
Sumber:


