Global Creative Services

Karhutla Ditangani, Pemprov Kalbar Mulai Antisipasi Banjir dan Longsor

Karhutla Ditangani, Pemprov Kalbar Mulai Antisipasi Banjir dan Longsor

Ilustrasi gambar berita-Pontianak Disway-dokumen istimewa

PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) tidak hanya mempertahankan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi peningkatan curah hujan dalam beberapa bulan ke depan.

Plt Kepala BPBD Kalbar, Ridwan mengatakan Satgas Darat hingga kini masih melakukan pemeriksaan lapangan atau ground check, pemadaman serta pendinginan di lokasi yang masih ditemukan terbakar.

“Kami berkolaborasi dengan BPBD kabupaten/kota, Manggala Agni, Polda, Kodam dan pihak terkait lainnya. Tim di lapangan terus melakukan ground check, pemadaman dan pendinginan,” ungkap Ridwan pada Senin, 5 Oktober 2026.

BACA JUGA:Karhutla Ditangani, Pemprov Kalbar Mulai Antisipasi Banjir dan Longsor

Menurutnya, penanganan karhutla tetap dilakukan untuk memastikan titik api yang masih ditemukan dapat segera ditangani. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mencegah kebakaran kembali meluas.

Di sisi lain, Pemprov Kalbar mulai mengantisipasi perubahan kondisi cuaca. Berdasarkan informasi BMKG, mulai pertengahan Oktober hingga beberapa bulan berikutnya, Kalbar berpotensi mengalami peningkatan curah hujan.

“Kita tidak hanya fokus pada karhutla. Berdasarkan informasi BMKG, mulai pertengahan Oktober kita akan menghadapi curah hujan yang cukup tinggi dan puncak hujan diperkirakan mulai terjadi pada periode berikutnya,” kata Ridwan.

BACA JUGA:Inflasi Kalbar September 2026 Capai 0,79 Persen, Pengendalian Harga Diperkuat

Peningkatan curah hujan tersebut menjadi perhatian karena dapat memunculkan risiko bencana hidrometeorologi. Sejumlah ancaman yang perlu diantisipasi antara lain banjir, tanah longsor serta angin kencang atau puting beliung.

“Karena itu, kita mulai melakukan antisipasi secara dini. Potensi banjir, tanah longsor maupun puting beliung harus kita siapkan penanganannya sejak sekarang,” ujarnya.

Langkah antisipasi dilakukan agar pemerintah daerah dan unsur penanganan bencana memiliki kesiapan ketika terjadi perubahan cuaca. Pemantauan informasi BMKG juga akan menjadi bagian dari dasar kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

BACA JUGA:Penggunaan Anggaran Karhutla Kalbar Diawasi Tiap Pekan, Pemprov Libatkan APIP

Dengan demikian, di tengah upaya menyelesaikan penanganan karhutla, Pemprov Kalbar mulai menggeser sebagian perhatian pada kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat peningkatan curah hujan.

Sumber: