Inflasi Kalbar September 2026 Capai 0,79 Persen, Pengendalian Harga Diperkuat
Ilustrasi gambar berita-Pontianak Disway-dokumen istimewa
PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Stabilitas harga di Kalimantan Barat (Kalbar) terus menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar dan seluruh pemangku kepentingan. Pada September 2026, inflasi gabungan lima kabupaten/kota sampel tercatat 0,79 persen secara bulanan (mtm), dengan inflasi tahunan sebesar 4,35 persen (yoy).
Meski mengalami peningkatan dibandingkan Agustus yang berada di angka 0,20 persen, kondisi inflasi Kalimantan Barat pada 2026 masih diprakirakan tetap berada dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.
BACA JUGA:Inflasi Kalbar September 2026 Capai 0,79 Persen, Pengendalian Harga Diperkuat
Perkembangan tersebut menunjukkan pengendalian inflasi tetap menjadi agenda penting di tengah berbagai tantangan yang memengaruhi harga pangan. Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi salah satu pendorong utama inflasi September dengan andil 0,79 persen (mtm).
Sementara itu, kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran memberikan andil 0,02 persen (mtm).
BACA JUGA:Penggunaan Anggaran Karhutla Kalbar Diawasi Tiap Pekan, Pemprov Libatkan APIP
Tekanan harga terutama berasal dari sejumlah komoditas hortikultura. Kondisi ini berlangsung di tengah pengaruh fenomena El Nino yang turut memengaruhi kondisi hidrometeorologi di Kalimantan Barat, seperti kekeringan, penurunan debit sungai, krisis air bersih dan intrusi air laut.
Karhutla juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam menjaga kelancaran produksi dan distribusi komoditas pangan. Namun, berbagai tantangan tersebut terus direspons melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi antarpihak.
BACA JUGA:Karhutla Kalbar Menurun, BPBD Perkuat Pemantauan Titik Bekas Kebakaran
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalbar dan seluruh mitra terkait terus memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas inflasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Pengendalian inflasi dilakukan dengan memperhatikan kondisi pasokan, distribusi dan perkembangan harga komoditas. Sinergi tersebut menjadi modal penting agar tekanan harga dapat dikelola dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
BACA JUGA:Pemprov Kalbar Perkuat Penanganan Karhutla, Bantuan Menjangkau Daerah Terdampak
Dengan koordinasi yang terus diperkuat, inflasi Kalimantan Barat diprakirakan tetap berada dalam sasaran yang telah ditetapkan. Upaya menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pun terus menjadi perhatian bersama.
Sumber:


