Kalbar Masuk Periode Mudah Terbakar 21-27 September, 362 Titik Panas Terdeteksi
Rilisan BMKG potensi terjadinya karhutla di Kalimantan Barat seminggu ke depan-bmkg_kalbar-Instagram
PONTIANAKINFO.COM - Kalimantan Barat memasuki periode dengan kondisi vegetasi yang semakin mudah terbakar pada 21–27 September 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah masih berlangsungnya penanganan di sejumlah wilayah.
Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar, Daniel sendiri menjelaskan kondisi vegetasi yang mengering dapat meningkatkan potensi terjadinya karhutla.
BACA JUGA:Kalbar Masuk Periode Mudah Terbakar 21-27 September, 362 Titik Panas Terdeteksi
Menurutnya, peta potensi kemudahan terbakar dari BMKG perlu dipahami secara tepat. Warna merah pada peta tidak menunjukkan adanya api, melainkan kondisi vegetasi yang telah mengering dan lebih mudah terbakar.
“Warna merah ini bukan melambangkan, bukan simbol api, tetapi ini adalah simbol bahwa vegetasi di wilayah tersebut sudah mengering sehingga berpotensi terjadi karhutla,” kata Daniel pada Senin, 21 September 2026.
BACA JUGA:Pemprov Kalbar Salurkan Ribuan Liter Air Bersih dan Gelar Pasar Murag Bagi Warga Terdampak Karhutla
362 Titik Panas Terdeteksi
Pada Senin, 21 September 2026, terdeteksi 362 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Barat.
Sebaran titik panas tersebut didominasi Kabupaten Ketapang dengan 294 titik. Selanjutnya Kayong Utara 39 titik, Melawi 17 titik, Sekadau 9 titik dan Sintang 3 titik.
BACA JUGA:Pemprov Kalbar Salurkan Air Bersih ke Warga Terdampak Karhutla di Kubu Raya
Meski demikian, Daniel menegaskan bahwa titik panas belum dapat langsung dikategorikan sebagai titik api. Satgas darat dan udara masih melakukan verifikasi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
"362 ini belum tentu api, ini hanya titik panas. Untuk membuktikan itu api maka perlu dilakukan verifikasi melalui satgas darat dan satgas udara,” ujarnya.
BACA JUGA:Peluang Hujan Tinggi pada 21-24 September 2026, Karhutla Diharap segera Mereda
Pemadaman Karhutla Masih Berlangsung
Sumber:


