Mengenal Low Visibility di Bandara Supadio Pontianak, Apa Penyebabnya?
Ilustrasi gambar berita-Pontianak Disway-dokumen istimewa
PONTIANAKINFO.COM, KUBU RAYA - Kondisi low visibility di Bandara Supadio Pontianak menjadi sorotan dalam operasional penerbangan, terutama ketika jarak pandang di sekitar bandara mengalami penurunan.
Low visibility atau visibilitas rendah sendiri merupakan kondisi ketika jarak pandang di sekitar bandar udara menurun hingga berada pada tingkat yang dapat membatasi atau memengaruhi operasional penerbangan.
Informasi mengenai kondisi tersebut disampaikan oleh pihak Badan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat (Kalbar) pada Sabtu, 12 September 2026. Berdasarkan data tersebut, jarak pandang mengalami perubahan sepanjang pagi hingga siang hari.
BACA JUGA:Mengenal Low Visibility di Bandara Supadio Pontianak, Apa Penyebabnya?
Apa Itu Low Visibility?
Secara sederhana, low visibility adalah kondisi ketika jarak pandang di sekitar bandara menjadi terbatas. Kondisi ini dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam kegiatan penerbangan karena jarak pandang merupakan salah satu aspek penting dalam operasional pesawat.
Data yang ditampilkan mencatat visibilitas mulai dari 500 meter pada pukul 07.00 WIB. Jarak pandang kemudian menjadi 500 meter pada pukul 08.00 WIB, turun menjadi 400 meter pukul 09.00 WIB, dan mencapai 300 meter pada pukul 10.00 WIB.
Visibilitas 300 meter tersebut masih tercatat pada pukul 11.00 WIB dan 12.00 WIB, sebelum meningkat menjadi 400 meter pada pukul 13.00 WIB.
BACA JUGA:Lion Group Sampaikan Penjelasan Terkait Dampak Kabut Asap terhadap Penerbangan di Pontianak
Penyebab Low Visibility di Bandara Supadio
Salah satu penyebab low visibility di Bandara Supadio yang disebutkan dalam informasi tersebut adalah fenomena kabut asap.
Kabut asap sendiri yang sudah terjadi sejak Agustus di wilayah Kalimantan Barat dapat menyebabkan jarak pandang menurun. Kondisi tersebut kemudian dapat berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Supadio.
Karena itu, kondisi kualitas udara dan jarak pandang menjadi hal yang perlu diperhatikan, khususnya ketika aktivitas penerbangan berlangsung dalam kondisi visibilitas rendah.
BACA JUGA:Ribuan Umat Islam Salat Istisqa di Pontianak, Kasus ISPA Naik Akibat Kabut Asap
Sumber:


