Pesan artikel

UPH Ajak Mahasiswa Baru Temukan Panggilan dan Jalani Hidup Bermakna

UPH Ajak Mahasiswa Baru Temukan Panggilan dan Jalani Hidup Bermakna

--

Melalui sesi “Called & Life That Matters” di UPH Festival 2026, Dr. Andry M. Panjaitan mengajak mahasiswa memaknai masa kuliah sebagai ruang untuk mengenal diri, mengembangkan talenta, menghadapi kegagalan, membangun komunitas, serta belajar memimpin dan melayani. Pesan tersebut diperkuat melalui kisah lima mahasiswa UPH yang menemukan arah dan panggilan masing-masing melalui pengalaman, keraguan, kegagalan, organisasi, komunitas, hingga prestasi.

Memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa dihadapkan pada berbagai pilihan, tantangan, dan pertanyaan tentang masa depan. Lebih dari sekadar menentukan karier, masa kuliah menjadi kesempatan untuk mengenal diri, mengembangkan potensi, dan menemukan arah hidup. Perspektif inilah yang diangkat dalam sesi ‘Called & Life That Matters’ bersama Dr. Andry M. Panjaitan, M.T., CPHCM., Associate Vice President Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH, pada hari ketiga UPH Festival 2026, 15 Agustus 2026, di Auditorium Grand Chapel UPH Kampus Utama Lippo Village, Karawaci, Tangerang.

Dalam sesi tersebut, Dr. Andry mengajak mahasiswa melihat berbagai pengalaman selama masa kuliah, mulai dari proses belajar, menghadapi tantangan, membangun komunitas, hingga mengambil kesempatan untuk memimpin, sebagai bagian dari proses menemukan dan mengembangkan panggilan hidup.

Dr. Andry mengajak mahasiswa memaknai proses belajar, tantangan, komunitas, dan kesempatan memimpin sebagai bagian dari perjalanan menemukan panggilan. Ia menekankan lima prinsip sebagai kompas mahasiswa, yakni hidup bukan kebetulan dan panggilan lebih besar dari karier; kegagalan adalah bagian dari pertumbuhan; kepemimpinan adalah kesempatan untuk melayani; gunakan talenta untuk memberi dampak; serta ilmu, kemampuan, pekerjaan, dan pengaruh perlu dijalankan secara bertanggung jawab bagi Indonesia dan kemuliaan Tuhan.

“Jangan pernah takut bermimpi besar di kampus ini. Bergabunglah dalam organisasi, tekuni riset, ciptakan karya seni dan teknologi, ikut kompetisi, dan bangun persahabatan sejati. Jadilah Shalom Community. Namun, di atas segalanya, ingatlah bahwa kalian berharga bukan karena apa yang kalian capai, melainkan karena siapa yang menciptakan dan menebus kalian,” katanya.

Menemukan Panggilan di Tengah Keraguan dan Kegagalan

Pesan tersebut kemudian diperkuat melalui cerita lima mahasiswa senior yang menemukan panggilan melalui pengalaman yang berbeda. Vanessa Putri Gunawan, mahasiswi Prodi Pendidikan Dokter angkatan 2024 sekaligus Ambassadors of UPH (AoU) periode 2026–2027, menceritakan bagaimana pilihan masuk kedokteran yang awalnya didorong orang tua justru menjadi bagian dari proses Tuhan membentuk dirinya.

“Saya sempat bertanya, apakah ini benar-benar jalan saya atau hanya menjalani rencana orang lain. Namun, saya kemudian menyadari bahwa Tuhan dapat menggunakan keputusan yang awalnya terasa terpaksa untuk membentuk dan mengarahkan kita kepada panggilan-Nya. Karena itu, jangan takut mencoba berbagai kesempatan di UPH,” ujarnya.

Berbeda dengan Vanessa, Ruvelino Pascuines Issack Mangindaan, mahasiswa Prodi Manajemen angkatan 2023 sekaligus Ketua BEM UPH periode 2025–2026, menemukan kesempatan baru setelah mengalami kegagalan. Setelah menunda kuliah untuk mengejar cita-cita menjadi Taruna Akpol dan menjalani persiapan selama berbulan-bulan, ia harus menerima kenyataan tidak lolos seleksi. Kegagalan tersebut justru membawanya ke UPH. Ia kemudian aktif dalam berbagai kegiatan hingga bergabung dengan BEM dan dipercaya menjadi Ketua BEM UPH.

“Kegagalan bukan akhir dari segalanya. Mungkin Tuhan punya rencana lain dalam hidup kita. Karena itu, ketika ada kesempatan, jangan disia-siakan. Barangkali itu adalah batu loncatan yang Tuhan sediakan untuk mencapai tujuan yang sudah Tuhan tetapkan,” katanya

Bertumbuh Melalui Komunitas dan Kesempatan

Perjalanan menemukan panggilan juga dapat bertumbuh melalui keterlibatan dalam komunitas. Heavenly Prayer Toar Matheos Kuhon, mahasiswa Prodi Hubungan Internasional angkatan 2025 sekaligus AoU periode 2026–2027, mengajak mahasiswa baru untuk berani mengambil kesempatan terlibat dalam berbagai kegiatan dan organisasi sebagai ruang untuk bertumbuh dan belajar melayani.

“Kepemimpinan bukan tentang kekuasaan atau memerintah orang lain, tetapi tentang kerendahan hati untuk melayani dan menjadi berkat bagi sesama. Di UPH, saya belajar bahwa pertumbuhan bukan hanya tentang akademik, tetapi juga tentang karakter, relasi, dan kehidupan spiritual,” ungkapnya.

Pengalaman serupa dirasakan Anthony de Jayson Wiranata, mahasiswa Prodi Sistem Informasi angkatan 2025 dan anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (HMPSSI) UPH periode 2025–2026. Baginya, organisasi menjadi ruang untuk belajar bekerja sama, membangun relasi, dan menghadapi berbagai tantangan bersama.

Sumber: