Pesan artikel

Perwira Dikreg Seskoal Angkatan ke-66 Belajar Penanganan Karhutla Pontianak

Perwira Dikreg Seskoal Angkatan ke-66 Belajar Penanganan Karhutla Pontianak

Pemerintah Kota Pontianak bersama Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Angkatan ke-66 mempelajari strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN)-Prokopim Pontianak-dokumen istimewa

PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Angkatan ke-66 mempelajari strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) di Kota Pontianak pada Selasa, 1 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran strategis mengenai ketahanan wilayah dan pertahanan negara, khususnya dalam menghadapi ancaman nonmiliter yang dapat berdampak terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono sendiri memaparkan strategi ketahanan perkotaan dan mobilisasi sumber daya daerah dalam menghadapi ancaman nonmiliter. Menurutnya, Pontianak sebagai ibu kota provinsi, pusat layanan, perdagangan, jasa, pemerintahan, dan simpul transportasi harus memiliki sistem kesiapsiagaan yang kuat.

BACA JUGA:Perwira Dikreg Seskoal Angkatan ke-66 Belajar Penanganan Karhutla Pontianak

“Ketahanan kota bukan hanya soal kesiapan menghadapi bencana, tetapi bagaimana seluruh layanan dasar tetap berjalan, masyarakat terlindungi, dan pemerintah mampu merespons cepat setiap potensi gangguan,” ujarnya.

Edi menjelaskan, ancaman nonmiliter yang dihadapi kota semakin kompleks. Selain karhutla dan kabut asap, ancaman tersebut mencakup banjir, rob, gangguan objek vital, keamanan siber, disinformasi, rantai pasok logistik, hingga gangguan terhadap layanan dasar seperti air bersih, kesehatan, pendidikan, listrik, dan komunikasi.

Menurutnya, karhutla menjadi salah satu contoh nyata ancaman nonmiliter yang memiliki dampak luas. Kabut asap yang ditimbulkan tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas sekolah, transportasi, perekonomian, pelayanan publik, hingga kesiapan sumber daya daerah.

BACA JUGA:ASN Kota Pontianak Kini Berorientasi Pelayanan, Sekda Amirullah Tekankan Mental Melayani

“Karhutla dan kabut asap ini dampaknya multisektor. Karena itu, responsnya juga harus lintas sektor, tidak bisa hanya mengandalkan satu perangkat daerah,” jelasnya.

Dalam penanganan karhutla, Pemkot Pontianak menerapkan strategi terpadu yang mencakup pencegahan, kesiapsiagaan, respons cepat, hingga pemulihan. Upaya tersebut dilakukan melalui patroli wilayah rawan, pemasangan spanduk larangan membakar lahan, edukasi masyarakat, pemadaman titik api, penyediaan layanan kesehatan, serta evaluasi pascakejadian.

“Prinsipnya siap, responsif, dan pulih. Ketika ada ancaman, sistem kita harus sudah tahu siapa berbuat apa, sumber daya apa yang digerakkan, dan bagaimana masyarakat dilindungi,” ujarnya.

BACA JUGA:Ketua TP PKK Pontianak Yanieta Ajak Kader Turun Langsung Hadir di Tengah Masyarakat

Sumber: prokopim pontianak