Apa Tujuan Universitas? UPH Ajak Mahasiswa Baru Melihat Kuliah Lebih dari Sekadar Gelar dan Karier
--
Sesi ‘What Is a University For?’ pada UPH Festival 2026 di Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang, 13 Agustus 2026.
Memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa biasanya membawa berbagai harapan, mulai dari lulus tepat waktu, meraih gelar, membangun karier, hingga membanggakan orang tua. Namun, apakah universitas hanya tentang gelar dan pekerjaan? Pertanyaan tersebut menjadi titik awal bagi para mahasiswa baru Universitas Pelita Harapan (UPH) untuk melihat kembali makna pendidikan tinggi melalui sesi ‘What Is a University For?’ pada UPH Festival 2026 di Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang, 13 Agustus 2026.
Melalui sesi tersebut, mahasiswa baru diperkenalkan pada perspektif bahwa universitas bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan dan mempersiapkan karier, tetapi juga ruang untuk mengenal diri, membentuk karakter, membangun relasi, menemukan panggilan, dan mempersiapkan diri menjalani kehidupan. Pesan ini menjadi bagian dari semangat ‘Imago Dei: Created by God, Restored in Christ, Called to Transform’ yang menjadi tema UPH Festival 2026.
Lebih dari Sekadar Belajar: Universitas sebagai Ruang Pembentukan
Sesi “What Is a University For?” diawali dengan tayangan video yang mengajak mahasiswa melihat kembali peran pengetahuan dalam pendidikan. Dalam perspektif iman Kristen yang menjadi landasan UPH, dunia dipandang sebagai ciptaan Tuhan yang perlu dipelajari dengan sungguh-sungguh. Karena itu, proses belajar tidak berhenti pada menerima informasi, tetapi mendorong mahasiswa untuk membaca, meneliti, menganalisis, bereksperimen, berkarya, bahkan berani mengalami kegagalan dan mencoba kembali.
Pendidikan juga berperan dalam membentuk karakter. Dosen, teman, buku, kebiasaan, keberhasilan, kegagalan, hingga berbagai keputusan selama masa kuliah turut membentuk pribadi mahasiswa. Karena itu, perjalanan di universitas bukan hanya tentang menjadi lebih pintar, tetapi juga bertumbuh menjadi pribadi yang disiplin, jujur, rendah hati, dan bertanggung jawab.
Menemukan Identitas dan Membangun Relasi
Pesan tersebut kemudian diperdalam oleh Dr. Stephanie Riady, B.A., M.Ed., Presiden UPH, yang mengajak mahasiswa memandang masa kuliah sebagai kesempatan untuk mengenal diri dan membentuk kepribadian. Sebelum berbicara tentang karier dan kesuksesan, mahasiswa perlu terlebih dahulu menjawab pertanyaan yang lebih mendasar: “Siapa saya?”
Pertanyaan tersebut berkaitan erat dengan tema Imago Dei. Dalam iman Kristen, setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, sehingga kehidupan di universitas menjadi kesempatan untuk memahami identitas, potensi, serta tanggung jawab yang dimiliki.
“Di UPH, kami tidak hanya menyiapkan karier, tetapi juga menjadi tempat di mana kalian dibentuk untuk menjadi seseorang,” ujarnya.
Masa kuliah juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk bertemu dengan orang-orang dari berbagai daerah, budaya, disiplin ilmu, dan latar belakang. Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan, baik melalui komunitas mahasiswa, diskusi dengan dosen, maupun perjumpaan dengan mahasiswa internasional. Proses ini akan membawa mahasiswa untuk belajar mendengarkan, menghargai perbedaan, membangun relasi, dan melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas.
Dari Kebebasan Menjadi Tanggung Jawab
Memasuki kehidupan kampus juga berarti memiliki kebebasan yang lebih besar dalam menentukan waktu, pergaulan, kebiasaan, dan berbagai keputusan. Namun, kebebasan berjalan bersama tanggung jawab. Karena itu, Dr. Stephanie mengajak mahasiswa memandang masa kuliah sebagai proses untuk bertumbuh dan belajar menggunakan ilmu, keahlian, talenta, serta berbagai kesempatan yang dimiliki untuk memberi dampak bagi diri sendiri dan orang lain.
“Saya berharap selama berada di UPH kalian belajar berpikir, mencari kebenaran, bekerja dengan unggul dan sepenuh hati, mengasihi sesama, melayani, serta memimpin. Semoga kalian juga menemukan talenta dan panggilan hidup, bertumbuh dalam iman, dan siap menggunakan segala sesuatu yang Tuhan percayakan untuk memberi dampak yang lebih besar,” tuturnya.
Sumber:


