Dirut RS Soedarso Pontianak: Kondisi Udara Tak Sehat Berpotensi Tingkatkan Risiko ISPA dan Pneumonia
Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Soedarso Pontianak, Hary Agung Tjahyadi saat diwawancarai awak media-Pontianak Disway-dokumen istimewa
PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Kondisi kualitas udara yang kurang baik di Kalimantan Barat berpotensi meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama bagi masyarakat yang memiliki penyakit atau gangguan pada sistem pernapasan.
Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso Pontianak, Hary Agung Tjahyadi, mengatakan kondisi udara menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi meningkatnya kasus ISPA.
Menurut Hary, berdasarkan perkembangan data dalam lima minggu terakhir, kasus ISPA di Kalimantan Barat menunjukkan kecenderungan meningkat. Namun, sebagian besar kasus ISPA masih dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
BACA JUGA:Dirut RS Soedarso Pontianak: Kondisi Udara Tak Sehat Berpotensi Tingkatkan Risiko ISPA dan Pneumonia
“Situasi udara yang tidak bagus memang punya faktor terkait dengan ISPA ini akan menjadi tinggi. Secara data Kalbar ini lima minggu terakhir juga agak meningkat,” ujar Hary pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, masyarakat yang mengalami ISPA dapat terlebih dahulu mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas maupun klinik. Apabila kondisi pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien dapat dirujuk ke rumah sakit sesuai dengan tingkat kebutuhannya.
Sementara itu, kasus infeksi yang berkembang menjadi lebih akut atau kronis, termasuk yang berlanjut hingga pneumonia, dapat membutuhkan penanganan di rumah sakit rujukan seperti RSUD Soedarso yang merupakan rumah sakit tipe A.
BACA JUGA:Pemkot Pontianak Salurkan Bantuan di Tengah Efisiensi Anggaran
Hary mengatakan, khusus di RSUD Soedarso, jumlah pasien ISPA yang ditangani selama lima minggu terakhir belum menunjukkan peningkatan signifikan. Namun, terdapat sedikit kecenderungan peningkatan pada kasus pneumonia.
“Kalau kita lihat perkembangan lima minggu terakhir, angka ISPA yang ditangani Rumah Sakit Soedarso tidak terjadi peningkatan, biasa-biasa saja. Tetapi pneumonia memang ada sedikit kecenderungan meningkat,” jelasnya.
Menurutnya, perkembangan kasus tersebut juga dipengaruhi oleh pola rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga fasilitas kesehatan lanjutan. Karena itu, seluruh fasilitas kesehatan perlu memastikan kesiapan dalam menghadapi kemungkinan peningkatan kasus gangguan pernapasan.
BACA JUGA:Keluhan Pelayanan RS Yarsi Pontianak Viral, Warganet Beri Beragam Tanggapan
Ia menekankan pentingnya kesiapan tenaga dan fasilitas medis, termasuk pengobatan serta penanganan kondisi darurat yang berkaitan dengan gangguan pernapasan.
“Yang penting semuanya harus punya kesiapan untuk memberikan penanganan dengan baik, baik itu yang berkaitan dengan pengobatan maupun yang sifatnya kedaruratan, kesiapan oksigennya, atau hal-hal lainnya yang sifatnya kedaruratan untuk pernapasan,” katanya.
Sumber:


