Pesan artikel

Apa yang Dapat Dipelajari Brand Hospitality dari Creative Market di Jakarta

Apa yang Dapat Dipelajari Brand Hospitality dari Creative Market di Jakarta

--

Creative market di Jakarta kini tidak lagi sekadar menjadi tempat berbelanja. Dalam beberapa tahun terakhir, event lifestyle terkurasi seperti Brightspot City telah berkembang menjadi destinasi sosial, di mana pengunjung datang bukan hanya untuk membeli produk, tetapi juga untuk menikmati atmosfer, budaya, kuliner, musik, serta interaksi komunitas.

Perubahan ini mencerminkan transformasi yang lebih besar dalam perilaku konsumen modern, sesuatu yang tidak lagi dapat diabaikan oleh brand hospitality di sektor hotel, resort, café, maupun restoran.

Saat ini, konsumen semakin memprioritaskan pengalaman dibanding sekadar transaksi. Mereka tertarik pada tempat yang terasa lebih personal dan berkesan suasana yang berkesan, dan kesempatan untuk menemukan pengalaman baru. Dalam banyak hal, creative market di Jakarta telah menjadi gambaran bagaimana ruang hospitality modern dapat tetap relevan di tengah industri lifestyle yang semakin kompetitif.

Pengalaman Kini Menjadi Produk Utama

Dulu, industri retail tradisional berfokus pada produk dan transaksi. Namun saat ini, keberhasilan creative market justru terletak pada kemampuannya menciptakan pengalaman yang imersif dan melibatkan emosi pengunjung.

Pengunjung sering menghabiskan waktu berjam-jam menjelajahi gerai terkurasi, mencoba konsep kuliner baru, menikmati pertunjukan musik, hingga berinteraksi langsung dengan berbagai brand. Banyak yang datang tanpa tujuan khusus untuk berbelanja, tetapi akhirnya menghabiskan waktu dan uang karena keseluruhan pengalaman terasa menyenangkan dan bermakna.

“Creative market menunjukkan bahwa masyarakat saat ini semakin menghargai pengalaman yang terasa lebih personal dan berkesan. Hal ini juga menjadi pembelajaran penting bagi industri hospitality untuk terus menghadirkan ruang yang mampu membangun koneksi dengan pengunjung,” ujar Chandra Himawan, Head of Marketing Marclan International

Hal ini menjadi pelajaran penting bagi industri hospitality. Hotel dan destinasi kuliner kini tidak lagi bersaing hanya melalui fasilitas, pilihan menu, atau harga kamar. Konsumen semakin memilih destinasi berdasarkan atmosfer, storytelling, estetika, serta bagaimana sebuah tempat membuat mereka merasa nyaman dan terhubung secara emosional.

Dengan kata lain, hospitality kini semakin digerakkan oleh pengalaman, bukan hanya produk.

Kembalinya Pengalaman Offline

Di tengah pesatnya pertumbuhan platform digital, belanja online, dan layanan pesan antar makanan, pengalaman lifestyle secara fisik tetap mampu menarik perhatian banyak orang. Hal ini menunjukkan bahwa kemudahan digital tidak sepenuhnya dapat menggantikan interaksi manusia dan pengalaman secara langsung. 

Masyarakat tetap mencari koneksi sosial, suasana yang imersif, pengalaman spontan, dan momen berkesan yang dapat dinikmati secara langsung. Creative market berhasil karena mampu menciptakan lingkungan di mana pengunjung merasa hadir, terhubung, dan terlibat secara emosional.

Bagi brand hospitality, hal ini menegaskan bahwa ruang fisik masih memiliki nilai yang sangat penting. Restoran, café, dan hotel bukan sekadar tempat operasional, tetapi juga ruang di mana orang mencari kenyamanan, identitas, dan pengalaman sosial.

F&B Menjadi Pusat Ruang Lifestyle

Salah satu aspek paling terlihat dari creative market di Jakarta adalah semakin besarnya peran pengalaman food & beverage. F&B kini bukan lagi sekadar elemen pendukung dalam sebuah destinasi lifestyle, melainkan telah menjadi daya tarik utama yang membuat pengunjung bertahan lebih lama, bersosialisasi, dan berinteraksi lebih dalam dengan sebuah ruang.

Konsumen saat ini semakin tertarik pada pengalaman bersantap yang menggabungkan atmosfer, desain, hiburan, dan interaksi komunitas. Tren ini menjelaskan mengapa banyak brand hospitality mulai berinvestasi pada live music, konsep dining kolaboratif, aktivasi budaya, pengalaman tematik, hingga program berbasis komunitas.

Aktivitas makan kini tidak lagi dipandang semata sebagai konsumsi, tetapi telah menjadi bagian dari hiburan dan budaya lifestyle.

Ruang Hospitality Bertransformasi Menjadi Pusat Budaya

Sumber: vritimes.com