Pemprov Kalbar Optimalkan Posyandu dan Puskesmas untuk Percepat Penanganan Stunting
Pemprov Kalbar di bawah kepemimpinan Ria Norsan sukses menekan angka stunting melalui penguatan layanan kesehatan ibu dan anak berbasis data real time.-Dok. Istimewa -
PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mengoptimalkan peran posyandu dan puskesmas dalam upaya mempercepat penanganan stunting di seluruh daerah.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Kalbar Ria Norsan, berbagai program kesehatan ibu dan anak terus diperkuat guna menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Berdasarkan data aplikasi Sigizi Kesga, prevalensi stunting di Kalbar terus mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024 angka stunting tercatat sebesar 14,04 persen, kemudian turun menjadi 14,03 persen pada 2025 dan kembali menurun menjadi 13,56 persen pada Triwulan I 2026.
Capaian tersebut menjadi indikator positif dari berbagai intervensi kesehatan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Kalbar melalui layanan kesehatan dasar di daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Erna Yulianti, mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat berbagai program penanganan stunting secara konsisten di seluruh wilayah Kalbar.
“Untuk stunting memang terdapat beberapa sumber data. Namun berdasarkan laporan real time di Sigizi Kesga, kita sudah mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Meski begitu, berbagai upaya penurunan tetap terus kami lakukan,” ujarnya.
Menurutnya, posyandu dan puskesmas memiliki peran penting dalam mendeteksi kondisi kesehatan ibu dan anak sejak dini sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat.
Melalui layanan posyandu, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan tumbuh kembang balita, pemberian edukasi gizi, promosi ASI eksklusif, hingga sosialisasi pola makan sehat bagi masyarakat.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalbar juga menyalurkan Tablet Tambah Darah gratis kepada ibu hamil dan remaja putri melalui fasilitas kesehatan di seluruh kabupaten dan kota.
Sepanjang 2026, sebanyak 104.791 ibu hamil telah menerima Tablet Tambah Darah melalui layanan puskesmas dan posyandu.
Sementara itu, sebanyak 292.769 remaja putri menjadi sasaran konsumsi Tablet Tambah Darah dengan 198.340 di antaranya telah mengonsumsi sesuai standar minimal 26 tablet.
Pemprov Kalbar juga menjalankan program pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil kurang energi kronis dan balita gizi kurang melalui dukungan anggaran BOK puskesmas di daerah.
Selain penanganan di tingkat layanan dasar, balita gizi buruk dan stunting juga mendapatkan penanganan medis melalui fasilitas kesehatan rujukan termasuk RSUD Kalbar.
Saat ini aplikasi Sigizi Kesga telah diterapkan 100 persen di seluruh puskesmas kabupaten dan kota di Kalimantan Barat sebagai sistem pencatatan dan pelaporan program kesehatan secara real time.
Sumber:


