Pesan artikel

Kirim Sepatu dan Tas Sekolah, AZA DBL dan Disway Grup Bantu Keluarga Mandala di Samarinda

Kirim Sepatu dan Tas Sekolah, AZA DBL dan Disway Grup Bantu Keluarga Mandala di Samarinda

AZA, DBL dan Disway Grup saat memberikan bantuan kepada keluarga almarhum Mandala Rizky Syahputra --dokumen istimewa

PONTIANAKINFO.COM, SAMARINDA - Keluarga almarhum Mandala Rizky Syahputra menerima bantuan berupa sepatu dan tas sekolah dari brand apparel AZA milik DBL Indonesia. Bantuan tersebut diberikan kepada adik-adik Mandala sebagai bentuk kepedulian setelah kisah meninggalnya siswa SMKN 4 Samarinda itu menyita perhatian publik.

Pemberian bantuan diterima langsung oleh ibunda Mandala, Ratnasari. Di tengah suasana duka yang masih terasa kuat, bantuan itu disambut penuh rasa syukur. Ratnasari mengaku sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan kepada keluarganya. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti untuk kebutuhan sekolah anak-anaknya yang lain.

BACA JUGA:Kirim Sepatu dan Tas Sekolah, AZA DBL dan Disway Grup Bantu Keluarga Mandala di Samarinda

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan sepatu dan tas sekolah ini. Alhamdulillah sangat membantu untuk anak-anak saya,” ujar Ratnasari.

Ia mengatakan bantuan itu nantinya akan digunakan sebaik mungkin. Sepatu dan tas tersebut akan dipakai oleh anak-anaknya untuk sekolah, sehingga bisa meringankan pengeluaran keluarga sehari-hari.

BACA JUGA:Kemendikdasmen dan DBL Indonesia Kolaborasi Lewat Program Super Teacher

“Nanti dipakai anak-anak saya sekolah. Ini sangat berguna sekali buat mereka,” tuturnya.

Senior Manajer brand AZA, Arif Rahman Hakim mengatakan, begitu mendengar kisah pilu almarhum Mandala, ingatan tim AZA langsung tertuju pada sejarah berdirinya brand ini.

BACA JUGA:Kopi Good Day DBL Camp 2026 Loloskan Top 24 Campers, Unselected Masih Bisa Berebut 6 Kuota Wild Card

Founder DBL Indonesia Azrul Ananda memang di sejumlah kesempatan kerap bicara tentang sejarah berdirinya brand AZA. Brand itu lahir untuk menghancurkan barrier anak-anak Indonesia dalam bermain basket.

Ceritanya, di awal kompetisi DBL digelar di berbagai daerah di tanah air, tim DBL Indonesia menemukan fakta bahwa penghalang anak bermain basket adalah sepatu. Sepatu basket merupakan apparel yang termasuk boros pemakaiannya.

BACA JUGA:Top 50 Campers Kopi Good Day DBL Camp 2026 Diumumkan, Persaingan Makin Ketat

Saat itu, di awal kompetisi DBL berjalan ditemukan begitu banyak anak Indonesia di sejumlah daerah bermain basket dengan sepatu seadanya. Tidak proper. Sebab saat itu tidak banyak brand sepatu lokal yang punya sepatu basket dengan harga terjangkau tapi kualitasnya bisa menunjang performa pemain. Dari sana hadirlah sepatu AZA.

Sumber: