Transformasi Kerja ASN di Kalbar, Gubernur Ria Norsan Pastikan WFH-WFO Terus Dioptimalkan
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan saat memimpin rapat daring dengan Kepala Daerah Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat--dokumen istimewa
PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Transformasi budaya kerja di lingkungan pemerintah daerah terus dioptimalkan di Kalimantan Barat melalui penerapan sistem Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO). Gubernur Kalbar, Ria Norsan, memastikan kebijakan tersebut telah direspons oleh seluruh kabupaten/kota.
Saat ini, tiga daerah yakni Kabupaten Ketapang, Kota Singkawang, dan Kabupaten Mempawah masih dalam tahap proses menuju implementasi penuh kebijakan tersebut.
BACA JUGA:Transformasi Kerja ASN di Kalbar, Gubernur Ria Norsan Pastikan WFH-WFO Terus Dioptimalkan
"Sesuai dengan edaran surat Menteri Dalam Negeri dan juga dari BPSDM bahwa WFH dan WFO tujuan untuk menghemat energi dan juga efisiensi, bekerja dari rumah serta bekerja secara digitalisasi," ujar Ria Norsan, usai Zoom Meet dengan 14 Kabupaten Kota di Kantor Gubernur Kalbar pada Senin, 20 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa penerapan sistem kerja ini dilakukan secara fleksibel sesuai karakteristik masing-masing daerah.
BACA JUGA:Wakil Gubernur Lampung Lepas 1.616 Peserta Mudik Gratis dengan KAI
"Yang belum ada tiga, Ketapang, Singkawang dan Mempawah, tapi sudah proses semuanya tinggal pelaksanaan saja, mekanismenya sesuai dengan daerah masing-masing," jelasnya.
Gubernur juga memberikan penegasan terkait disiplin ASN dalam menjalankan WFH serta memastikan adanya pengawasan sebagai bentuk kontrol.
BACA JUGA:Iftar Akbar Ramadan di Pendopo Gubernur Kalbar, 300 Santri Yatim dan Penghafal Al-Qur’an Hadir
"Pesan saya kepada ASN yang sedang melaksanakan WFH bekerja di rumah, jangan sampai tidak bekerja di rumah. Nanti kita cek, tetap ada pengawasan dari kita. Apabila kita cek tidak ada di rumah dan kita temukan misalnya di kafe atau di mal, kita akan berikan sanksi," tegasnya.
Sumber:


