Pesan artikel

Safari Ramadan, Bupati Kubu Raya Ajak Kembangkan Pondok Pesantren Mandiri

Safari Ramadan, Bupati Kubu Raya Ajak Kembangkan Pondok Pesantren Mandiri

Bupati Kubu Raya, Sujiwo saat menghadiri kegiatan safari Ramadan dan haul akbar di Pondok Pesantren Darun Nasyiin, Desa Simpang Kanan, Kecamatan Sungai Ambawang-prokopim_kuburaya-Facebook

PONTIANAKINFO.COM, KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya Sujiwo berharap ke depan pondok pesantren menjadi pilihan utama orang tua untuk pendidikan anaknya. Terlebih di Kabupaten Kubu Raya, yang menjadi daerah dengan jumlah pondok pesantren terbanyak di Pulau Kalimantan. 

“Bukan hanya Kalimantan Barat, tapi se-Kalimantan itu yang paling banyak ternyata ada di Kabupaten Kubu Raya,” kata Bupati Sujiwo saat menghadiri Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya di Pondok Pesantren Darun Nasyiin, Desa Simpang Kanan, Kecamatan Sungai Ambawang pada Rabu, 4 Maret 2026.

BACA JUGA:Safari Ramadan, Bupati Kubu Raya Ajak Kembangkan Pondok Pesantren Mandiri

Sujiwo mengaku miris karena sebagian orang tua ada yang menjadikan pondok pesantren sebagai pilihan terakhir jika anaknya sudah ditolak di berbagai sekolah umum.

“Yang selama ini kadangkala sudah tidak diterima di SMP ini, tidak diterima di SD itu, enggak diterima di sini, enggak diterima di sana. Daripada anak saya tidak sekolah, ya sudahlah saya kirim ke pondok pesantren. Artinya, pondok pesantren seperti pilihan yang kesekian,” ujarnya.

BACA JUGA:Dorong Transportasi dan Ekonomi, Pemkab Kubu Raya Bangun Jalan Poros Antar Desa

Karena itu, Sujiwo mengaku punya mimpi agar ke depan pondok pesantren dibangun lebh representatif dan dikelola secara profesional agar bisa menjadi pilihan utama pendidikan anak. 

“Tetapi untuk mewujudkan supaya pondok pesantren ini menjadi pilihan yang utama, maka harus menyiapkan pondok-pondok pesantren itu misalnya seperti di Jawa Timur. Coba lihat di Jawa Timur itu, pondok-pondoknya keren, keren banget. Sehingga orang tuanya itu sudah tidak ada keraguan untuk mengirimkan putra-putri kesayangannya ke pondok pesantren,” tuturnya.

BACA JUGA:Bupati Sujiwo Ungkap Jalan Poros Kuala Dua-Mekar Sari di Kubu Raya Lanjut Pengaspalan

Sujiwo menyebut jika infrastruktur penunjang pondok pesantren tidak baik, misalnya jalan yang sempit, becek, asrama kumuh, lingkungan tidak bersih, hingga ruang belajar yang tidak layak, maka wajar jika orang tua tidak tertarik untuk memasukkan anaknya ke pondok.

“Tetapi begitu menuju ke pondok jalannya mulus, drainasenya bagus, kamar asramanya bagus, kemudian ruang belajarnya bagus, pengajarnya baik ustaz maupun ustazahnya keren, insyaallah orang tua tidak akan ada keraguan,” tegasnya.

BACA JUGA:Jelang Idulfitri, Operasi Pasar Kubu Raya Sediakan 560 Tabung Elpiji

Sujiwo mengakui urusan pondok pesantren secara aturan menjadi tanggung jawab Kementerian Agama. Namun menurutnya, pemerintah daerah juga tidak boleh lepas tangan. Terlebih Kementerian juga mempunyai keterbatasan.

“Kalau Pemerintah Kabupaten Kubu Raya (mengurus pondok) itu hukumnya bukan wajib, tapi sunah. Tapi kalau Kementerian Agama wajib. Namun persoalannya di Kementerian Agama anggarann terbatas. Ya, akhirnya mau tidak mau, walaupun anggaran (daerah) juga terbatas, harus pintar mengatur bagaimana membantu pondok-pondok pesantren secara bertahap sehingga dapat kita perhatikan,” terangnya.

Sumber: prokopim kuburaya