RSUD Kota
Pesan artikel

Operasi Pasar, Langkah Cepat Ria Norsan Ringankan Beban Masyarakat Menjelang Ramadan

Operasi Pasar, Langkah Cepat Ria Norsan Ringankan Beban Masyarakat Menjelang Ramadan

Momen saat Gubernur Ria Norsan hadiri Operasi Pasar di Halaman Masjid Agung Kota Juang Nanga Pinoh, pada Selasa 24 Februari 2026.-Dok. Pontianak Disway-Sy. Nurul Hidayatullah

PONTIANAKINFO.COM, MELAWI - Suasana operasi pasar Ramadan di Kabupaten MELAWI mendadak riuh ketika ratusan emak-emak menyuarakan permintaan langsung kepada Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan. Mereka mendesak agar harga paket operasi pasar yang semula Rp90 ribu diturunkan menjadi Rp50 ribu.

Teriakan permintaan itu menggema saat Gubernur Norsan meninjau langsung pelaksanaan operasi pasar yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Tanpa protokol yang kaku, suara para ibu rumah tangga terdengar lantang meminta harga lebih terjangkau di tengah kenaikan kebutuhan pokok menjelang Ramadan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur Ria Norsan akhirnya mengabulkan permintaan emak-emak dan memutuskan harga paket operasi pasar diturunkan menjadi Rp50 ribu.

“Sebenarnya kalau dihitung harga normalnya itu sekitar Rp120 ribu. Tapi ini memang program pemerintah untuk membantu masyarakat dan mengurangi inflasi,” ungkap Norsan di hadapan warga di Halaman Masjid Agung Kota Juang Nanga Pinoh Selasa 24 Februari 2026

Sebelumnya, paket operasi pasar dijual dengan harga Rp90 ribu. Dalam satu paket, masyarakat mendapatkan 5 kilogram beras premium, 1 kilogram gula pasir, dan 1 kilogram minyak goreng. Dengan penyesuaian menjadi Rp50 ribu, pemerintah memberikan subsidi yang jauh lebih besar dari harga pasar.

 

BACA JUGA: Operasi Pasar, Langkah Cepat Ria Norsan Ringankan Beban Masyarakat Menjelang Ramadan

Menurut Norsan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi, terutama menjelang Ramadan yang biasanya diiringi lonjakan permintaan bahan pokok.

Dalam kegiatan itu, Pemprov Kalbar menyiapkan sebanyak 1.000 paket operasi pasar yang dibawa langsung ke Melawi. Paket-paket tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Kehadiran Gubernur disambut antusias warga. Meski sempat diwarnai teriakan desakan penurunan harga, suasana tetap berlangsung kondusif. Setelah keputusan diumumkan, warga menyambutnya dengan sorak dan tepuk tangan.

Operasi pasar ini merupakan salah satu upaya konkret pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat. Dengan harga paket yang jauh di bawah nilai normal Rp120 ribu, pemerintah berharap beban pengeluaran rumah tangga menjelang Ramadan dapat berkurang.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum interaksi langsung antara kepala daerah dan masyarakat, di mana aspirasi warga dapat disampaikan secara terbuka dan langsung direspons di lokasi.

Langkah cepat Gubernur Ria Norsan dinilai sebagai bentuk responsivitas pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di tengah dinamika harga bahan pokok. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan akan terus melakukan intervensi pasar jika diperlukan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Sumber:

Berita Terkait