Hal Penting tentang Perawatan Kulit Bayi yang Wajib Diketahui Calon Orang Tua
--
Menjelang kelahiran bayi, biasanya fokus persiapan ada di popok, baju lucu, tempat tidur, sampai stroller. Tapi sering kali, satu hal penting justru baru dipikirkan setelah bayi lahir: perawatan kulit bayi. Padahal, kulit bayi adalah organ pertama yang langsung beradaptasi dengan dunia luar.
Buat Mom & Dad yang sedang menjalani masa persiapan kelahiran bayi, memahami dasar skincare bayi untuk pemula bisa membantu mengurangi rasa panik di hari-hari awal bersama si kecil. Yuk, mulai dari mengenal kulit bayi baru lahir, sampai tips perawatan sederhana yang bisa diterapkan sehari-hari.
Yuk, Pahami Kulit Bayi Baru Lahir
Kulit bayi baru lahir sangat berbeda dengan kulit orang dewasa. Lapisan pelindung kulitnya masih tipis, kadar airnya lebih cepat menguap, dan kemampuannya melindungi diri dari iritan masih terbatas. Karena itu, kulit bayi lebih mudah kering, merah, atau mengalami ruam.
Di minggu-minggu pertama, kulit bayi juga sedang beradaptasi dengan suhu, udara, pakaian, hingga sentuhan. Maka wajar jika Mom & Dad menemukan kondisi seperti kulit mengelupas ringan atau kemerahan di area tertentu.
Kuncinya bukan memakai banyak produk, tapi memilih perawatan kulit bayi yang lembut namun efektif, aman untuk kulit sensitif dan rentan eksim, serta membantu menjaga kulit tetap terhidrasi, lembut, dan bercahaya dengan penggunaan sehari-hari.
Tips Perawatan Kulit Bayi Baru Lahir
Berikut beberapa hal penting yang perlu diketahui calon orang tua agar perawatan kulit bayi tetap aman dan nyaman.
1. Mandikan dengan Lembut dan Tidak Terlalu Sering
Bayi tidak perlu dimandikan setiap hari, terutama di awal kelahiran. Mandi terlalu sering justru bisa membuat kulit kering. Cukup 2-3 kali seminggu dengan air hangat dan pembersih yang lembut.
2. Pilih Produk Hypoallergenic
Kulit bayi sensitif membutuhkan produk dengan risiko iritasi minimal. Produk hypoallergenic dan dermatologically tested lebih aman digunakan sebagai rutinitas harian, terutama untuk newborn.
3. Pencegahan Ruam Popok
Ganti popok secara rutin dan pastikan area popok tetap kering. Ruam popok sering muncul akibat kelembapan berlebih dan gesekan. Membersihkan dengan lembut dan menjaga kulit tetap terhidrasi bisa membantu mencegahnya.
4. Hindari Bedak Tabur
Meski sering dianggap sepele, bedak tabur berisiko terhirup bayi dan membuat kulit semakin kering. Sebagai gantinya, fokuskan pada pelembap yang membantu mengunci kelembapan alami kulit.
5. Perawatan Kulit Kering
Jika kulit bayi terlihat kering atau bersisik, gunakan lotion bayi dengan tekstur ringan setelah mandi. Penggunaan rutin 1-2 kali sehari membantu menjaga hidrasi tahan lama dan mendukung pemulihan lapisan pelindung kulit.
6. Perlindungan dari Paparan Matahari
Kulit bayi belum siap terkena sinar matahari langsung. Saat keluar rumah, pilih waktu pagi dan gunakan pakaian yang menutupi kulit dengan nyaman.
7. Perawatan Tali Pusat
Selama tali pusat belum lepas, jaga area ini tetap bersih dan kering. Hindari mengoleskan produk apa pun kecuali atas anjuran tenaga medis.
8. Pilih Pakaian yang Lembut
Gunakan pakaian berbahan lembut dan menyerap keringat. Gesekan dari kain kasar bisa memicu kemerahan pada kulit bayi yang sensitif.
Sumber:


