Pesan artikel

RSUD SSMA Pontianak Edukasi Masyarakat soal Nyeri Dada dan Risiko Penyakit Jantung

RSUD SSMA Pontianak Edukasi Masyarakat soal Nyeri Dada dan Risiko Penyakit Jantung

Pelayanan poli jantung di RSUD SSMA Pontianak-Pontianak Disway-dokumen istimewa

PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Keluhan nyeri dada sering kali menimbulkan kepanikan luar biasa bagi siapa saja yang mengalaminya. Banyak masyarakat langsung berasumsi bahwa rasa nyeri di area dada adalah tanda pasti serangan jantung. Namun, apakah medis membenarkan anggapan tersebut?

Menanggapi kekhawatiran masyarakat, dr. Tommy Alexander selaku seorang pakar jantung memberikan penjelasan mendalam mengenai kaitan antara nyeri dada dan kesehatan kardiovaskular. Tommy Alexander menekankan bahwa tidak semua nyeri dada berujung pada diagnosis penyakit jantung koroner.

BACA JUGA:RSUD SSMA Pontianak Edukasi Masyarakat soal Nyeri Dada dan Risiko Penyakit Jantung

Memahami Berbagai Penyebab Nyeri Dada

Menurut dr. Tommy, rongga dada manusia merupakan rumah bagi berbagai organ vital. Oleh karena itu, sumber nyeri bisa berasal dari sistem organ yang berbeda-beda. 

"Nyeri dada tidak selalu berkaitan dengan penyakit jantung, karena kita ketahui bahwa di dada manusia itu terdapat banyak organ, yaitu mulai dari: Kulit, Otot, Paru-paru, Lambung (yang letaknya berdekatan dengan jantung). Jadi banyak sebabnya. Contohnya, nyeri dada yang disebabkan oleh otot biasanya dicetuskan oleh pergerakan ataupun tarikan napas. Sedangkan bagi pasien yang memiliki riwayat GERD atau masalah lambung, terkadang juga terasa nyeri di bagian tengah dada," ungkapnya kepada Pontianak Disway pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Penjelasan ini menggarisbawahi pentingnya pemeriksaan fisik yang teliti untuk membedakan apakah nyeri tersebut bersifat muskuloskeletal (otot dan tulang), pencernaan, atau memang bersumber dari jantung.

BACA JUGA:Investasi Kesehatan Jangka Panjang, Dokter RSUD SSMA Pontianak Tekankan Pentingnya Medical Check Up

Mengenali Gejala Nyeri Dada Akibat Jantung yang Fatal

Meski banyak penyebab non-jantung, masyarakat diminta untuk tidak meremehkan nyeri dada yang memiliki karakteristik tertentu. Nyeri dada akibat jantung sering kali bersifat khas dan memerlukan penanganan medis segera karena risiko fatalitas yang tinggi.

Mengenai hal ini, dr. Tommy menjelaskan gejala yang harus diwaspadai.

"Nyeri dada yang disebabkan oleh jantung merupakan kondisi yang harus diwaspadai karena biasanya mengancam nyawa. Gejala utama yang sering dirasakan meliputi: Nyeri dada yang terasa seperti ditindih beban berat. Nyeri yang menjalar ke lengan kiri, bahu, hingga ke leher. Disertai keringat dingin, rasa mual, dan muntah. Pada kondisi berat, dapat menyebabkan gangguan hemodinamik seperti tekanan darah turun maupun nadi yang menurun," jelasnya.

BACA JUGA:Mengenal Virus Nipah: RSUD SSMA Pontianak Beri Edukasi Pencegahan dan Gejala

Penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD)

Kecepatan diagnosa adalah kunci dalam menyelamatkan pasien jantung. Di fasilitas kesehatan modern seperti RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, prosedur penapisan dilakukan dengan sangat ketat dan cepat. dr. Tommy memaparkan fakta statistik dan prosedur medis yang berlaku di IGD.

"Apabila pasien datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada, hal pertama yang harus disingkirkan tentu saja penyakit jantung. Secara statistik, hanya sekitar 10% hingga 15% pasien nyeri dada di IGD yang benar-benar merupakan masalah jantung. Langkah pertama yang dilakukan adalah pemeriksaan rekaman listrik jantung atau EKG. Dalam waktu 10 menit, dokter di IGD harus sudah bisa membedakan apakah nyeri tersebut disebabkan oleh jantung atau bukan," katanya.

BACA JUGA:RSUD SSMA Pontianak Ajak Warga Waspada Bahaya Gigi Berlubang

Langkah Pencegahan dan Gaya Hidup Sehat

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Penyakit jantung sering kali merupakan akumulasi dari kebiasaan buruk selama bertahun-tahun. Untuk meminimalisir risiko, dr. Tommy menyarankan beberapa langkah preventif yang dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.

"Gaya hidup yang buruk dapat memicu munculnya penyakit jantung. Berikut adalah perubahan gaya hidup yang disarankan: Cek kesehatan berkala: Segera periksakan diri ke dokter jika ada keluhan nyeri dada yang sesuai dengan gejala jantung. Pemeriksaan profil lipid: Mengecek kadar kolesterol dalam tubuh. Monitor tekanan darah: Melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Berhenti merokok: Mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok. Aktivitas fisik: Minimal berolahraga atau berjalan kaki selama 30 menit di luar ruangan secara teratur," tambahnya.

BACA JUGA:Dukung Program MBG, RSUD SSMA Pontianak Lakukan Edukasi Gizi Seimbang

Layanan Konsultasi Spesialis

Bagi warga Kota Pontianak dan sekitarnya yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kesehatan jantung, dr. Tommy menyediakan waktu konsultasi rutin di rumah sakit.

"Bagi Bapak atau Ibu yang memiliki gejala penyakit jantung, dapat berkonsultasi dengan dr. Tommy di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie setiap hari Senin, Selasa, dan Rabu pukul 08.00 - 12.00 WIB," pungkasnya.

Sumber: