Analisis Taktik Atletico Madrid vs Barcelona: Pressing Trap Simeone Lumpuhkan Build Up Hansi Flick
Atletico Madrid vs Barcelona dalam laga Semifinal Copa Del Rey Leg 1 pada Jumat, 13 Februari 2026 dini hari WIB-molalookman-Instagram
PONTIANAKINFO.COM - Atletico Madrid tampil luar biasa saat menghajar FC Barcelona dengan skor telak 4-0 pada leg pertama semifinal Copa del Rey musim 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Metropolitano pada Jumat, 13 Februari 2026 dini hari WIB itu menjadi panggung dominasi penuh tim asuhan Diego Simeone.
Kemenangan besar ini membuat Atletico kini hanya berjarak selangkah dari laga puncak Copa del Rey. Dengan keunggulan agregat empat gol tanpa balas, Barcelona menghadapi misi nyaris mustahil pada leg kedua nanti.
BACA JUGA:Analisis Taktik Atletico Madrid vs Barcelona: Pressing Trap Simeone Lumpuhkan Build Up Hansi Flick
High Pressing Atletico Hancurkan Build Up Barcelona
Sejak menit awal, Atletico Madrid langsung menunjukkan intensitas tinggi. Formasi dasar 4-4-2 yang diterapkan Simeone berubah fleksibel menjadi 5-4-1 saat bertahan. Antoine Griezmann turun membantu sektor sayap, sementara lini belakang bermain sangat rapat dan disiplin.
Barcelona yang tampil dengan pola 4-2-3-1 berusaha membangun serangan dari kaki ke kaki. Namun, tekanan agresif Atletico membuat proses build up Blaugrana berantakan. Setiap aliran bola ke sisi kiri atau kanan langsung disergap dua hingga tiga pemain tuan rumah.
Tekanan tinggi ini bukan sekadar mengejar bola. Atletico dengan cerdik mengarahkan permainan Barcelona ke sisi lapangan yang sudah mereka siapkan sebagai jebakan. Ketika bola mengalir ke sisi bek kiri atau kanan, pressing dilakukan secara membabi buta hingga memaksa kesalahan umpan.
Hasilnya terlihat jelas. Gol pembuka Atletico lahir dari skema tekanan yang membuat bek Barcelona kehilangan kontrol dan salah distribusi bola.
BACA JUGA:Analisis Taktik MU vs Tottenham: Fleksibilitas Formasi Carrick Bikin Spurs Tak Berkutik
Barcelona Tampil Nanggung Saat Menekan
Berbanding terbalik dengan agresivitas Atletico, tekanan yang dilakukan Barcelona justru terlihat setengah-setengah. Ketika mencoba melakukan high press, pemain-pemain Barca ragu antara melakukan penjagaan zona atau pressing langsung.
Kondisi ini membuat pemain Atletico nyaman mensirkulasikan bola dari belakang. Koke dan lini tengah Los Rojiblancos dengan leluasa mengatur tempo karena tidak mendapat gangguan maksimal.
Sumber: tommy desky


