Memprihatinkan! Plafon Asrama Mahasiswa Kalbar di Semarang Ambruk dan Rawan Bahaya
Gedung asrama Mahasiswa Kalimantan Barat (Rahadi Oesman) di Kota Semarang-Pontianak Disway-dokumen istimewa
PONTIANAKINFO.COM, SEMARANG - Kondisi Asrama Mahasiswa Kalimantan Barat (Rahadi Oesman) di Kota Semarang, Jawa Tengah, kian memprihatinkan. Asrama yang berlokasi di Jalan Kendeng VI Nomor 4, Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur itu dilaporkan mengalami kerusakan serius, terutama pada bagian plafon dan kanopi bangunan.
Bangunan dua lantai dengan luas sekitar 375 meter persegi dan memiliki 17 kamar tersebut saat ini dihuni oleh 12 orang pelajar asal Kalimantan Barat. Namun, sebagian besar kamar dinilai sudah tidak layak huni akibat kerusakan yang terus bertambah, terlebih memasuki musim hujan.
Salah satu penghuni asrama, Yulius Yogi, mengungkapkan bahwa kerusakan justru semakin parah setelah kunjungan Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Barat (Banhub) yang berkedudukan di Jakarta pada 15 Oktober 2025.
BACA JUGA:Memprihatinkan! Plafon Asrama Mahasiswa Kalbar di Semarang Ambruk dan Rawan Bahaya
“Pasca dikunjungi Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Barat (BANHUB) yang di jakarta pada tanggal 15 Oktober 2025 kian semakin parah, plafon yang ambruk semakin banyak, yang awalnya hanya 1 kamar yaitu kamar nomor 1 kini bertambah menjadi 2 kamar No 1 dan nomor 5, dan kamar nomor 2,3,4 & 6 sudah tidak layak di huni karena rembes. Bahkan kanopi dilantai atas juga sudah hancur di terpa angin,” kata Yulius Yogi.
Yulius Yogi yang juga merupakan Ketua Asrama Mahasiswa Kalimantan Barat (Rahadi Oesman) Semarang menyampaikan bahwa kondisi tersebut sudah dilihat langsung oleh pihak Banhub, namun hingga kini belum ada langkah pencegahan sementara.
“Menyampaikan bahwa Kondisi asrama sangat prihatin, pada tanggal 15 Oktober 2025 asrama dikunjungi oleh Badan Penghubung Pemprov Kalbar dan melihat secara langsung kondisi asrama, tetapi hingga saat ini tidak ada Pencegahan sementara untuk memberikan solusi agar tidak terlalu parah,” kata mahasiswa semester 8 STIE Semarang itu.
BACA JUGA:Hari Gizi Nasional 2026, Bupati Kubu Raya Tekankan Pentingnya Kolaborasi Tingkatkan Gizi Anak
Ia berharap agar Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Barat yang berada di Jakarta segera memberikan solusi nyata agar kerusakan tidak semakin meluas. Yulius juga menyebutkan telah berdiskusi dengan Majelis Perwakilan Pusat (MPP) KPMKB Nasional, pengurus Asrama Rahadi Oesman, serta PLT Ketua Umum Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Barat (KPMKB) Semarang terkait kondisi tersebut.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua Umum KPMKB Semarang, Melandri, menanggapi serius hasil diskusi mengenai kondisi asrama. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya, pada 2 Agustus 2024, asrama juga pernah dikunjungi oleh anggota penyidik Polda Kalbar untuk memastikan RAB pasca renovasi asrama pada akhir 2022. Imbuhnya.
Melandri menegaskan perlunya solusi segera, khususnya perbaikan plafon, untuk mencegah risiko ambruk yang dapat membahayakan penghuni. Ia juga menyoroti janji Banhub yang menyebutkan perbaikan baru akan dilakukan pada 2026, sementara kondisi bangunan terus memburuk. Imbuhnya.
BACA JUGA:Keluarga Kecewa, Perusahaan Setop Biaya Pengobatan Korban Laka Sungai Ambawang
Sumber:


