RSUD Sekadau
Pesan artikel
Backlink iklan

RSUD SSMA Pontianak Ungkap Bahaya Tunda Penanganan Stroke

RSUD SSMA Pontianak Ungkap Bahaya Tunda Penanganan Stroke

Suasana ruangan Poli Syaraf di RSUD SSMA Pontianak -Pontianak Disway-dokumen istimewa

PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Kasus serangan stroke masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di awal tahun 2026 ini. Kesadaran akan pencegahan awal saat terjadinya stroke menjadi faktor kunci dalam menekan angka kecacatan permanen hingga kematian. Kecepatan dalam membawa pasien ke fasilitas medis, khususnya ke layanan gawat darurat di Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, adalah satu-satunya tindakan pertolongan pertama yang paling krusial.

Dokter spesialis penyakit syaraf, dr. Achmad Faqih menekankan bahwa stroke bukanlah kondisi yang bisa ditangani dengan menunggu gejala mereda di rumah. Saat diwawancarai oleh Pontianak Disway pada Rabu, 21 Januari 2026, ia memberikan panduan mendalam mengenai langkah-langkah yang harus diambil masyarakat saat menghadapi kondisi gawat darurat ini.

BACA JUGA:RSUD SSMA Pontianak Ungkap Bahaya Tunda Penanganan Stroke

Pertolongan Pertama: Jangan Tunda ke Rumah Sakit


Banyak orang masih terjebak pada mitos atau penanganan yang salah saat melihat anggota keluarga mengalami gejala stroke. Dr. Achmad Faqih menegaskan pentingnya tindakan medis profesional segera.

"Ya, pertolongan pertama kalau terjadi tanda-tanda stroke, yang pertama segera bawa ke rumah sakit. Jangan ditunda ya, untuk segera ditangani di rumah sakit karena stroke itu suatu kegawatan yang perlu penanganan segera," jelasnya.

BACA JUGA:Edukasi RSUD SSMA Pontianak: Sariawan Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Mengenal Gejala dengan Slogan "Segera ke Rumah Sakit"

Untuk memudahkan masyarakat awam dalam mengenali serangan stroke, dr. Achmad Faqih merangkum berbagai gejala klinis yang sering muncul. Secara umum, penderita akan mengalami kelemahan anggota gerak sesisi, bicara pelo secara mendadak, kesemutan pada satu sisi tubuh, hingga kesulitan menelan. Beliau membagikan akronim praktis agar gejala tersebut mudah diingat.

"Rata-rata gejala stroke itu: Kelemahan anggota gerak sesisi. Tiba-tiba tidak bisa bicara atau pelo. Kesemutan sesisi. Susah menelan atau ngambang. Kalau kita ringkas, gejala stroke itu 'Segera ke Rumah Sakit," katanya.

- Se (Senyum): Senyumnya tiba-tiba lemah sesisi.

- Ge (Gerak): Gerakannya lemah sesisi tiba-tiba.

- Ra (Bicara): Suara tiba-tiba tidak jelas atau mendadak pelo.

Sumber: