RSUD Sekadau
Pesan artikel
Backlink iklan

Perkembangan Infrastruktur Kota Pontianak dalam Satu Dekade Terakhir

Perkembangan Infrastruktur Kota Pontianak dalam Satu Dekade Terakhir

Ilustrasi gambar berita-Pontianak Disway-dokumen istimewa

PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Perkembangan infrastruktur Kota Pontianak selama satu dekade terakhir menunjukkan transformasi signifikan yang berdampak pada mobilitas, konektivitas, dan daya saing ekonomi daerah. Sejumlah proyek strategis baik di tingkat lokal maupun nasional telah mendorong Pontianak menjadi kota yang lebih terhubung dan siap menghadapi tantangan masa depan.

BACA JUGA:Perkembangan Infrastruktur Kota Pontianak dalam Satu Dekade Terakhir

Duplikasi Jembatan Kapuas I: Solusi Kemacetan dan Konektivitas

Salah satu tonggak penting dalam perkembangan infrastruktur Pontianak adalah peresmian Duplikasi Jembatan Kapuas I oleh Presiden Joko Widodo pada 21 Maret 2024. Jembatan sepanjang sekitar 430 meter dengan lebar 8 meter ini dibangun untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi antara pusat kota dan Pontianak Timur serta meningkatkan konektivitas antar wilayah di Kalimantan Barat. Proyek ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat meningkatkan aksesibilitas dan distribusi barang serta jasa di Kota Pontianak. 

Pj Gubernur Kalbar dan para pemangku kepentingan menilai kehadiran duplikasi jembatan ini tidak hanya memiliki efek langsung terhadap arus lalu lintas lokal, tetapi juga menjadi fondasi untuk memperluas jaringan jalan yang menghubungkan Pelabuhan Internasional Kijing dengan pusat kota Pontianak. Adanya rencana pelebaran jalan dan pengembangan akses adalah langkah lanjut untuk mengoptimalkan fungsi infrastruktur ini. 

BACA JUGA:Pasar Tradisional di Pontianak yang Masih Bertahan di Tengah Modernisasi

Pelabuhan Internasional Kijing: Penggerak Logistik dan Ekonomi

Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing (atau Port of Tanjungpura) telah menjadi proyek strategis utama yang memengaruhi pembangunan infrastruktur di Pontianak dan kawasan Kalimantan Barat. Diluncurkan sebagai Proyek Strategis Nasional sejak 2016, pelabuhan ini dirancang sebagai hub logistik bertaraf internasional yang mendukung kegiatan ekspor dan impor komoditas unggulan. 

Eksploitasi Pelabuhan Kijing menunjukkan tren positif dalam arus barang, tetapi peningkatan volume tersebut juga menyoroti tantangan infrastruktur pendukung, khususnya jaringan jalan akses ke pelabuhan. Peningkatan kapasitas pelabuhan memberikan tekanan pada jaringan darat, sehingga percepatan pembangunan jalan dan konektivitas menjadi fokus utama pemerintah daerah dan pusat. 

BACA JUGA:Sejarah Tugu Khatulistiwa dan Perannya sebagai Ikon Kota Pontianak

Perencanaan Infrastruktur Terpadu: RPJPD 2025–2045

Mengantisipasi pertumbuhan kota dan kebutuhan layanan publik, Pemerintah Kota Pontianak telah merumuskan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045 yang memprioritaskan 13 jenis pembangunan infrastruktur. Rencana tersebut mencakup sektor air bersih, energi, jalan, serta fasilitas umum lainnya, yang ditujukan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan kualitas hidup warga. 

Dokumen perencanaan ini menjadi dasar bagi upaya penataan kota yang lebih sistematis, termasuk penanganan genangan, kemacetan, dan peningkatan layanan publik sebagai bagian dari strategi kota layak huni. 

BACA JUGA:Keberagaman Suku dan Budaya di Pontianak Jadi Identitas Kota Multikultural

Sumber: