Dukung Smart City dan Mobilitas Perkotaan Modern, KAI Daop 7 Uji Coba Integrasi Ojol
--
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus memperkuat peran strategis perkeretaapian dalam mendukung transformasi kota berbasis teknologi dan layanan publik modern. Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Blitar dalam mewujudkan Smart City, KAI Daop 7 Madiun melakukan uji coba integrasi layanan ojek online (ojol) di area Stasiun Blitar, sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Langkah ini selaras dengan diterbitkannya Surat Edaran Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin Nomor 30 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Penggunaan Teknologi Informasi di berbagai sektor pelayanan publik, termasuk transportasi.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa Stasiun Blitar kini tidak lagi menjadi zona terbatas bagi transportasi daring. KAI membuka akses bagi layanan berbasis aplikasi guna memberikan kemudahan konektivitas bagi pelanggan kereta api, khususnya pada masa dengan mobilitas masyarakat yang tinggi seperti Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Stasiun Blitar saat ini telah bertransformasi menjadi simpul transportasi modern yang ramah teknologi. Sama halnya dengan terminal, stasiun kini bukan lagi zona terbatas bagi ojek online. Integrasi ini kami lakukan untuk meningkatkan kemudahan, kenyamanan, dan kepastian layanan bagi masyarakat,” ujar Tohari.
Sebagai tahap awal, KAI Daop 7 Madiun bersama salah satu operator transportasi daring melaksanakan masa uji coba (trial) dengan pengaturan titik penjemputan dan pengantaran penumpang langsung di dalam kawasan Stasiun Blitar. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan aspek keselamatan, ketertiban, dan kelancaran arus penumpang tetap terjaga.
Kebijakan ini menjadi semakin relevan seiring dengan tingginya volume penumpang kereta api di Stasiun Blitar selama masa Nataru 2025/2026.
Berdasarkan data sementara periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, tercatat:
Penumpang KA Jarak Jauh (KAJJ)
Naik: 13.298 pelanggan
Turun: 14.743 pelanggan
Puncak volume terjadi pada 28 Desember 2025, dengan 1.017 pelanggan naik dan 1.076 pelanggan turun
Hari biasa: 400–500 pelanggan per hari
Akhir pekan: 600–900 pelanggan per hari
Frekuensi: 27 perjalanan KAJJ per hari
Sumber:





