Pesan artikel

Kopi Tradisional Pontianak dan Perkembangan Budaya Nongkrong Warga Kota

Kopi Tradisional Pontianak dan Perkembangan Budaya Nongkrong Warga Kota

Ilustrasi gambar-Pontianak Disway-dokumen istimewa

PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Kopi tradisional Pontianak di zaman sekarang bukan sekadar minuman pagi hari, melainkan jantung dari budaya nongkrong warga kota. Dari warung kopi legendaris hingga kedai modern yang terus bermunculan, aktivitas ngopi menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Pontianak.

BACA JUGA:Kopi Tradisional Pontianak dan Perkembangan Budaya Nongkrong Warga Kota

Warung Kopi Tradisional: Ikon Budaya Pontianak

Pontianak sendiri dikenal luas sebagai “Kota 1001 Warung Kopi”, sebuah sebutan yang mencerminkan kentalnya budaya minum kopi dan nongkrong di kota ini. Di hampir setiap sudut jalan, baik di kawasan pusat maupun pemukiman, warung kopi dan warkop menjadi tempat berkumpul warga dari berbagai latar belakang. Budaya ini tidak hanya soal cita rasa kopi yang nikmat, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial lintas generasi, profesi, dan etnis. 

Salah satu warkop tradisional legendaris yang terkenal adalah Kopi Asiang, terkenal dengan kopi hitam pekatnya dan suasana klasik yang telah jadi favorit warga lokal dan wisatawan. Warung kopi menawarkan pengalaman budaya yang tak lekang oleh waktu. 

Menurut pengamatan sejumlah studi, warung kopi di Pontianak telah menjadi ruang publik yang penting sejak lama, bahkan banyak yang buka selama 24 jam dan jadi tempat berkumpul serta bertukar cerita tentang isu sehari-hari atau bisnis. 

BACA JUGA:Pontianak Kota Seribu Warkop: Data PBJT Catat 1.035 Warung Kopi dan Coffee Shop

Pertumbuhan Kedai Kopi Modern

Seiring waktu, budaya ngopi di Pontianak juga mengalami transformasi dengan munculnya kedai kopi modern dan coffee shop berkonsep baru. Fenomena ini semakin nyata dengan dibukanya cabang terbaru Anomali Coffee & Kitchen di Jalan Mujahidin, Pontianak Selatan pada September 2025. Grand opening kedai kopi ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang menyatakan bahwa kopi kini menjadi kebiasaan masyarakat dan peluang usaha yang menjanjikan. 

Wali Kota Pontianak menyebut bahwa dalam sebulan bisa ada lebih dari lima kedai kopi baru yang berdiri di berbagai lokasi, termasuk di gang-gang kecil hingga kawasan perumahan, menunjukkan betapa kuatnya daya tarik kopi dalam kehidupan warga kota. 

BACA JUGA:Kopi Peng Hadir di Pontianak, Sajikan Kuliner Khas Sarawak Malaysia

Kopi Sebagai Ruang Interaksi Sosial

Budaya nongkrong di Pontianak tak hanya sebatas minum kopi, melainkan juga fenomena sosial yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat. Di warung kopi, percakapan tentang kehidupan sehari-hari, politik lokal, hingga diskusi santai antar teman sering terjadi di antara teguk kopi hitam atau kopi susu. Tradisi ini memperkuat hubungan antarwarga sekaligus menjadi identitas sosial kota. 

BACA JUGA:Mengenal Kopi Khas Pontianak, Cita Rasa Autentik yang Jadi Kebanggaan Kalimantan Barat

Sumber: