Pemkot Pontianak Atur Operasional Tempat Hiburan Selama Ramadan, Diskotek Wajib Tutup Sebulan Penuh

Ilustrasi aparat kepolisian mengamankan orang-orang di diskotek-Pontianak Disway-dokumen istimewa
PONTIANAKINFO.DISWAY.ID, PONTIANAK - Menjelang bulan suci Ramadan 1446 hijriyah tahun ini, Pemerintah Kota Pontianak mengeluarkan kebijakan tegas terkait jam operasional tempat hiburan dan usaha rekreasi lainnya. kebijakan ini tertuang dalam pengumuman Wali Kota Pontianak nomor 1 tahun 2025 yang bertujuan menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat selama bulan puasa. intinya, Pemkot Pontianak membatasi jam buka usaha hiburan agar suasana ramadan tetap kondusif dan masyarakat bisa beribadah dengan tenang.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menjelaskan bahwa seluruh tempat usaha rekreasi dan hiburan wajib tutup satu hari sebelum Ramadhan dan baru boleh beroperasi kembali pada hari kedua bulan puasa. Artinya, sejak sehari menjelang hilal ramadan terlihat hingga hari pertama puasa, tidak ada satupun tempat hiburan di Pontianak yang diperbolehkan buka. operasional baru dimulai lagi pada malam kedua ramadan, itupun dengan berbagai pembatasan.
“Khusus untuk diskotik dan klub malam, mereka harus tutup selama satu bulan penuh selama ramadan dan dapat dibuka kembali pada hari ketiga setelah idulfitri,” tegas Bahasan.
Aturan ini berarti seluruh hiburan malam seperti diskotek tidak akan beroperasi sama sekali sepanjang bulan Puasa. baru setelah perayaan Idulfitri usai dan memasuki hari raya ketiga, tempat-tempat hiburan malam tersebut boleh beraktivitas kembali. langkah ini diambil mengingat operasional diskotek dinilai paling rentan mengganggu kekhusyukan ibadah Ramadan, sehingga perlu dihentikan sementara penuh.
Selain diskotek, jenis usaha hiburan lain juga dibatasi jam operasionalnya. Bahasan merinci, beberapa usaha seperti game station (arena permainan elektronik) di luar pusat perbelanjaan, kafe dengan live music (baik yang berdiri sendiri maupun yang menyatu dengan hotel), tempat karaoke, arena biliar yang bukan untuk pembinaan olahraga, serta warung internet (warnet) termasuk yang diatur jam bukanya. usaha-usaha tersebut hanya diperbolehkan buka mulai pukul 21.00 wib (jam 9 malam) hingga jam tutup sesuai izin operasional yang dimiliki.
Ilustrasi diskotek-Pontianak Disway-dokumen istimewa
“Untuk jenis usaha tersebut, hanya diperbolehkan beroperasi mulai pukul 21.00 wib hingga sesuai jam operasional dalam izin usaha, dengan catatan tidak mengganggu ketertiban umum,” jelas bahasan.
Dengan aturan ini, misalnya, kafe musik dan karaoke baru bisa membuka pintu selepas salat tarawih dan harus memastikan kegiatannya tidak menimbulkan keributan yang mengganggu warga sekitar.
Pemkot Pontianak juga mengatur tradisi meriam karbit, permainan meriam tradisional yang biasanya memeriahkan akhir Ramadhan di Pontianak. aktivitas meriam karbit hanya diizinkan pada tiga hari sebelum dan tiga hari setelah Idulfitri.
“Hal ini dilakukan untuk menghindari gangguan ketertiban di masyarakat, terutama saat umat islam menjalani ibadah puasa,” ujarnya menjelaskan.
Artinya, selama hampir seluruh hari di bulan Ramadhan, dentuman meriam karbit yang dikenal keras itu dilarang, demi menjaga ketenangan lingkungan. tradisi ini baru boleh dilaksanakan menjelang lebaran dan sesudahnya, saat kebanyakan warga sudah menunaikan ibadah puasa dan tengah merayakan Idulfitri.
Ilustrasi aparat hukum saat mengamankan pelaku usaha diskotek-Pontianak Disway-dokumen istimewa
Sumber: