Viral di PGD 2026, Penyanyi Richard Jimmy Octa Malawi Klarifikasi soal Dugaan Salah Lirik Lagu Dayak
Sosok Richard Jimmy Octa Malawi, salah satu penyanyi di Pekan Gawai Dayak Ke-40-Pontianak Disway-dokumen istimewa
PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Penampilan penyanyi asal Pontianak, Richard Jimmy Octa Malawi atau yang akrab dikenal dengan nama Rilay Day, menjadi sorotan publik usai videonya saat tampil di panggung Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-40 tahun 2026 di Rumah Radakng Pontianak viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, Jimi diduga salah melantunkan lirik salah satu lagu Dayak saat tampil di hadapan masyarakat dan pengunjung PGD. Kejadian tersebut menuai berbagai tanggapan dari warganet, mulai dari kritik hingga dukungan terhadap sang penyanyi.
BACA JUGA:Viral di PGD 2026, Penyanyi Richard Jimmy Octa Malawi Klarifikasi soal Dugaan Salah Lirik Lagu Dayak
Menanggapi hal itu, Jimi akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
“Sebenarnya saya tidak bermaksud untuk menyudutkan apa pun itu, mulai dari tradisi, budaya, dan atau apa pun. Saya juga seorang Dayak dan saya di sini tidak bermaksud menyudutkan apa pun, dan saya di sini cuma ingin berusaha menjadi seorang profesional di panggung,” ungkap Jimi kepada Pontianak Disway pada Minggu, 24 Mei 2026.
BACA JUGA:Pemuda Dayak Kalbar Bantah Terlibat Rencana Segel Kantor KPK
Ia mengaku sangat menyesali kejadian tersebut dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi agar lebih baik ke depannya.
“Untuk pihak-pihak tertentu yang merasa dikecewakan, saya meminta mohon maaf sebesar-besarnya jika saya atas penampilan saya yang kemarin di Pekan Gawai Dayak. Saya merasa sangat ingin menunjukkan diri saya yang terbaik, itu saja. Saya ingin menjadi lebih profesional dan untuk ke depannya saya tidak akan mengulanginya lagi,” lanjutnya.
BACA JUGA:Naik Dango ke-3 Pontianak 2026 Resmi Dibuka, Lestarikan Kearifan Lokal Dayak
Jimi juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan para pendukung yang tetap memberikan dukungan di tengah polemik yang terjadi di media sosial.
“Saya butuh mengevaluasinya saja, saya memohon maaf sebesar-besarnya, saya tidak bermaksud atau apa pun itu. Terima kasih, semoga saya dimaafkan untuk kejadian ini. Dan terima kasih banyak juga untuk yang sudah mendukung saya, yang sudah support saya,” tutupnya.
BACA JUGA:Wali Kota Pontianak Dukung Pembangunan Rumah Radakng Samilik sebagai Pusat Budaya Dayak
Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian publik, khususnya masyarakat yang mengikuti rangkaian kegiatan Pekan Gawai Dayak ke-40 di Pontianak. Banyak pihak berharap kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bersama agar nilai budaya dan tradisi tetap dijaga dengan baik, sekaligus memberi ruang bagi para seniman lokal untuk terus berkembang secara profesional.
Sumber:


