Pesan artikel

Transaksi Kripto di Indonesia Selalu Tembus Rp45 Triliun pada Agustus, Apa Penyebabnya?

Transaksi Kripto di Indonesia Selalu Tembus Rp45 Triliun pada Agustus, Apa Penyebabnya?

--

Dalam dua tahun terakhir, transaksi kripto di Indonesia pada bulan Agustus konsisten menembus Rp45 triliun, menjadikannya salah satu periode perdagangan paling aktif.

Bulan Agustus menjadi salah satu periode dengan aktivitas perdagangan aset kripto yang relatif tinggi di Indonesia. Dalam dua periode Agustus terakhir yang telah memiliki data lengkap, nilai transaksi kripto nasional konsisten berada di atasRp45 triliun.

Data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menunjukkan nilai transaksi aset kripto pada Agustus 2024 mencapai Rp48,92 triliun. Sementara itu, berdasarkan statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi pada Agustus 2025 tercatatsekitar Rp45,21 triliun. Secara gabungan, transaksi pada kedua periode Agustus tersebut mencapai lebih dari Rp94,13 triliun.

Penggunaan dua sumber regulator tersebut mengikuti peralihan tugas pengaturan dan pengawasan aset kripto dari Bappebti kepada OJK yang berlaku sejak Januari 2025.

Pada Agustus 2024, nilai transaksi kripto meningkat 15,54 persen dibandingkan Juli 2024 yang sebesar Rp42,34 triliun. Namun, pada Agustus 2025, transaksi turun dari Rp52,46 triliun pada Juli menjadi Rp45,21 triliun. Kondisi ini memperlihatkan bahwa aktivitas pasar pada bulan Agustus tetap besar, tetapi arah pergerakannya dapat berbeda setiap tahun karena dipengaruhi sentimen global, kondisi makroekonomi, likuiditas, dan perilaku investor.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan data tersebut mencerminkan minat masyarakat terhadap aset kripto yang tetap kuat, meskipun nilai transaksi dan harga aset digital dapat bergerak secara fluktuatif.

“Nilai transaksi yang tetap berada di atas Rp45 triliun dalam dua periode Agustus menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat Indonesia di pasar kripto masih cukup aktif. Namun, tingginya aktivitas tidak selalu berarti harga akan terus naik. Investor perlu memahami faktoryang menggerakkan pasar dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan momentum atau asumsi musiman,” ujar Yudho.

Peluang Kenaikan Tetap Ada

Dari sisi pergerakan harga, performa Bitcoin pada Agustus juga menunjukkan pola yang beragam. Bitcoin tercatat melemah sekitar 8,75 persen pada Agustus 2024 dan kembali turun sekitar 6,48 persen pada Agustus 2025.

Data historis CoinGlass yang dihimpun hingga 2025 menunjukkan Bitcoin hanya mencatat kenaikan dalam empat dari 12 periode Agustus sejak 2013. Meskipun rata-rata return Agustus masih positif sekitar 1,75 persen, nilai mediannya berada di kisaran minus 8,04 persen. Perbedaan tersebut terjadi karena rata-rata terdorong oleh kenaikan besar pada tahun tertentu, termasuk lonjakan lebih dari 65 persen pada Agustus 2017.

Menurut Yudho, data historis tetap dapat digunakan sebagai referensi, tetapi tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar dalam memperkirakan pergerakan pasar.

“Peluang kenaikan tentu tetap terbuka, terutama ketika didukung likuiditas, sentimen makroekonomi, perkembangan regulasi, dan masuknya permintaan baru. Namun, data historis juga mengingatkan bahwa Agustus mungkin menjadi bulan yang bullish. Strategi yang disiplin, manajemen risiko, serta kemampuan membedakan antara investasi dan spekulasi tetap menjadi hal utama,” jelasnya.

Investor juga perlu menyesuaikan nilai transaksi dengan kemampuan finansial, menghindari penggunaan dana kebutuhan sehari-hari, dan melakukan riset mandiri sebelum memilih aset kripto.

Sambut HUT RI, FLOQ Hadirkan Program Edukasi dan Aktivasi Pengguna

Sejalan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, FLOQ menghadirkan rangkaian kampanye bertema kemerdekaan yang berlangsung pada 1–20 Agustus 2026.

Salah satu programnya adalah Referral Trading Competition, yang menghitung gabungan volume transaksi peserta dan pengguna yang terhubung melalui kode referral. Program tersebut menyediakan total hadiah senilai Rp17 juta bagi peserta dengan volume transaksitertinggi.

Sumber: