Proyek Lisdes di Landak Mangkrak Sejak 2023: Kepala Desa, PLN dan DPR Gelar Pertemuan
Suasana tingan listrik di desa sejowet, Kabupaten Landak-Pontianak Disway-dokumen istimewa
“Tidak ada.”
BACA JUGA:HUT ke-26 DWP Kubu Raya, Bupati Sujiwo Tekankan Peran Strategis Istri ASN dalam Pembangunan
Kepala desa menyampaikan bahwa masyarakat menyambut proyek Lisdes dengan antusias tinggi. Banyak warga rela bekerja sukarela membersihkan area jalan dan membantu pendirian tiang.
Namun tanpa listrik, pembangunan desa hampir lumpuh.
- Ekonomi: program desa tidak bisa dijalankan, usaha warga terkendala
- Pendidikan: aktivitas belajar terganggu, terutama bagi siswa yang membutuhkan akses teknologi
- Kesehatan: pelayanan dasar sulit berjalan, termasuk penggunaan alat kesehatan sederhana.
“Untuk bicara kesehatan saja payah… pokoknya semua jadi sulit,” jelasnya.
BACA JUGA:Bunda PAUD Pontianak Ajak Tenaga Pendidik Terapkan Ilmu Pelatihan Dasar
Lebih mengecewakan, selama hampir tiga tahun ini tidak ada solusi sementara dari PLN maupun pemerintah untuk masyarakat Desa Sejowet. Tidak ada genset bantuan, tidak ada program pendukung, bahkan tidak ada dialog resmi yang menjelaskan kondisi sebenarnya.
Transparansi menjadi salah satu keluhan terbesar. Kades menegaskan bahwa baik dirinya maupun masyarakat tidak pernah diberi tahu berapa besar anggaran yang disiapkan untuk proyek Lisdes Sejowet.
Dalam pertemuan terakhir dengan UP2K pada 21 November 2025, PLN hanya menyampaikan adanya “peralihan kebijakan” dan belum ada kejelasan mengenai pelaksanaan pemasangan kabel dan gardu.
Saat ditanya mengenai target realistis kapan listrik akan masuk ke desa, kades mengatakan bahwa hingga kini belum ada kepastian apa pun dari PLN.
Namun ia menyebut ada informasi dari manajer perencanaan bahwa pengerjaan sudah diajukan ke General Manager dan sedang dibawa ke BUMN untuk proses lanjutan.
Sumber:




